Rabu, 26 Mei 2010

Hari ini ane mau share tugas garapannya kelompok ane. Tapi cuman teori-teori konsepnya. Tugas ini ane dapet dari mata kuliah bernama MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA DAN ORGANISASI. Berikut konsep - konsepnya.



3.1 MANAJEMEN STRATEGI

Pada subbab ini akan dijelaskan tentang manajemen strategi secara umum, lima tahapan manajemen strategi, cara merumuskan strategi, analisa SWOT, dan matriks TOWS, yang akan mendukung dalam penyusunan laporan.

3.1.1 Definisi Manajemen Strategi dan Strategi
Strategi memiliki kaitan yang erat dengan konsep perencanaan dan pengambilan keputusan, sehingga strategi berkembang menjadi manajemen strategi. Pengertian manajemen sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan terhadap upaya–upaya yang dilakukan anggota organisasi dan penggunaan segala macam sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.(James A.F. stoner, 1992:8)
Manajemen strategi merupakan suatu seni dalam ilmu formulating, implementing, evaluating, dan controling dalam mengambil keputusan strategis antar fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuannya di masa yang akan datang.(Husein Umar 1996:86)
Dalam merancang sebuah strategi, perlu diperhatikan pula jumlah resource dan mempertimbangkan faktor sekitar. Karena terkadang dalam perumusan strategi yang merumuskan terlalu ambisius sehingga tidak memperhatikan lingkunganya, dan menyebabkan membengkaknya anggaran organisasi.

3.1.2 Lima Tahapan Manajemen Strategi
Untuk menetapkan dan mengelola suatu manajemen strategi, maka dilakukan lima tahapan, yaitu sebagai berikut:
1. Menetapkan visi
Menentukan visi merupakan hal yang paling utama dalam sebuah organisasi karena visi menunjukan akan dibawa kemana organisasi yang ada saat ini. Selain itu, penentuan visi dapat menuntun perjalanan organisasi supaya tidak keluar jalur dari yang telah disepakati oleh pihak manajemen.
2. Menetapkan tujuan strategis
Dalam menetapkan tujuan strategis, merupakan tugas berat untuk setiap manajer dalam organisasi untuk menentukanya. Hal ini karena menetapkan tujuan strategis cenderung menetapkan sasaran pada tiap unit kerja pada organisasi. Pertanggungjawaban terhadap target yang menjadi tulang punggung organisasi akan dilakukan supaya organisasi selalu memiliki mindset positif terhadap kinerjanya, hal ini juga dapat memacu staf organisasi untuk bekerja lebih baik lagi.
3. Merumuskan strategi bisnis
Pada fase ini, sebuah organisasi biasanya telah menyiapkan tujuan yang lebih spesifik lagi untuk mencapai hasil akhir dari yang diharapkan. Contohnya adalah organisasi ini bergerak dalam bidang apa, siapa sasaran organisasi ini, apakah organisasi ini merupakan organisasi profit atau non-profit. Dengan demikian strategi dapat dicapai sebagai alat atau tools nya.
4. Implementasi strategi
Setelah 3 (tiga) hal di atas, selanjutnya adalah implementasi strategi. Dalam fase ini sudah dapat terlihat anggota organisasi mana yang siap menjadi leader organisasi masa depan, kekuatan loyalitas anggota organisasi, kelemahan dari luar dan dalam organisasi, dukungan IT dan lain-lain.

5. Evaluasi strategi
Setelah dilaksanakan, kini saatnya proses evaluasi dalam suatu organisasi. Dapat dilihat apakah organisasi berjalan sesuai harapan, dimana letak kesalahan, apa yang salah, dan lain-lain. Setelah diketahui ada yang tidak beres maka sebaiknya diperbaiki sesuai dengan yang dibutuhkan.


3.1.3 Tahapan dalam Merumuskan Strategi
Berikut adalah beberapa tahapan dalam merumuskan strategi :
1. Merumuskan Visi Misi organisasi
2. Mengidentifikasi Peluang dan Ancaman
3. Menentukan kekuatan dan Kelemahan internal organisasi
4. Memilih strategi organisasi
5. Menentukan strategi cadangan

3.1.4 Analisis SWOT
SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung maupun yang tidak mendukung dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. Secara umum, SWOT dapat di-breakdown menjadi 2 bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya adalah Strength dan Weakness, sedangkan dari faktor eksternal adalah Opportunity dan Threat. Setelah didapatkan semua faktornya maka kita dapat memutuskan dengan mengambil pembobotan pada setiap faktor diatas

3.1.5 Matriks TOWS
Setelah berhasil merangkum isi dari SWOT, maka matriks TOWS adalah kelanjutanya dalam pengambilan keputusan strategis. Pada matriks ini, dikenal dengan strategi SO, strategi WO, Strategi ST, dan strategi WT. Keempat strategi tersebut akan menghasilkan kriteria yang berbeda dalam proses pengambilan keputusan.

3.2 HUMAN RESOURCE STRATEGIES (HR STRATEGIES)
Dalam sub-bab ini akan dibahas mengenai definisi dan langkah-langkah dalam melakukan penyusunan Human Resources Strategi.

3.2.1 Definisi HR strategies
Human Resource strategies adalah hubungan antara sumber daya manusia itu sendiri dengan strategi organisasi, dimana dalam suatu organisasiterdapat manusia – manusia yang dapat dikembangkan utuk menjalankan organisasi tersebut kedepanya. Hal itu tentu saja harus dikelola, karena jika tidak dikelola akan terjadi kericuhan dalam mengelola organisasi . Hal ini pula yang mengatur keselarasan dalam organisasi terhadap strategi organisasi, maksudnya adalah manusia di dalam organisasi tersebt tdak akan dapat dengan sendirinya selaras dengan apa yang diharapkan didalam organisasi, maka dari itu perlu adanya human resource strategies.

3.2.2 Langkah – Langkah Menyusun HR strategies
Untuk menyusun HR Strategies, dilakukan sesuai tahap berikut.
1. Identifikasi misi unit dan sasaran strategis organisasi
2. Identifikasi stakeholder
3. Identifikasi sasaran strategis
4. Menyusun huibungan sebab akibat
5. Menyusun inisiatif strategi human resource



3.3 MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia)
Pada sub-bab ini akan dibahas tentang definisi dari MSDM serta delapan pilar dalam MSDM.

3.3.1 Definisi MSDM
Manajemen sumber daya manusia secara sederhana didefinisikan sebagai mengelola sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia merupakan satu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang potensial, yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya.
Tugas MSDM berkisar pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang dimilikinya seefektif mungkin sehingga dapat diperoleh sumber daya manusia yang puas (satisfied) dan memuaskan (satisfactory) bagi organisasi. MSDM merupakan bagian dari manajemen umumnya yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Perhatian ini mencakup fungsi manajerial, operasional, dan peran serta kedudukan sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan organisasi.
Lingkup MSDM meliputi seluruh aktivitas yang berhubungan dengan sumber daya manusia dalam organisasi, seperti yang dinyatakan oleh Russel dan Bernardin bahwa aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan MSDM secara umum mencakup (1) rancangan organisasi; (2) staffing; (3) sistem reward; (4) manajemen kinerja; (5) pengembangan pekerja dan organisasi; (6) komunikasi dan hubungan masyarakat. Dalam ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, permasalahan mengenai stres kerja ditempatkan sebagai salah satu kajian mengenai pemeliharaan hubungan dengan karyawan (Sondang Siagian,2008).

3.3.2 Penjelasan Delapan Pilar MSDM

MSDM secara umum dapat dibagi menjadi delapan pilar, yaitu rekrutment dan seleksi, pengembangan SDM, kompensasi dan benefit, manajemen kinerja, manajemen karir, hubungan karyawan, separatis manajemen, administrasi dan HRIS. Namun fungsi HRIS hampir mirip dengan fungsi dari bagian personalia. Perikut adalah penjelasan masing-masing pilar tersebut.
1. Rekrutment dan seleksi
Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, mengajak dan menetapkan sejumlah orang dari dalam maupun dari luar perusahaan sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditetapkan dalam perencanaan sumber daya manusia. Kemudian hasil dari proses rekrutmen tersebut yaitu proses seleksi. Proses seleksi merupakan proses untuk menentukan individu yang paling layak untuk mengisi jabatan tertentu yang terdapat di perusahaan.
2. Pengembangan SDM
Pengenbangan sumber daya manusia dalam hal ini bersangkutan dengan organisasi yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja individu dan kelompok dalam pengaturan organisasi.
3. Kompensasi dan benefit
Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan organisasi kepada karyawan, yang dapat bersifat finansial maupun non finansial, pada periode yang tetap.
4. Manajemen kinerja
Manajemen kinerja adalah suatu proses strategis dan terpadu yang menunjang keberhasilan organisasi melalui pengembangan performansi SDM. Dalam manajemen kinerja kemampuan SDM sebagai kontributor individu dan bagian dari kelompok dikembangkan melalui proses bersama antara manajer dan individu yang lebih berdasarkan kesepakatan daripada instruksi.
5. Manajemen karir
Manajemen karir merupakan serangkaian aktivitas organisasi dalam memilih, menilai, menugaskan dan mengembangkan para karyawannya dalam rangka menyiapkan dan menyediakan orang-orang yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi di masa yang akan datang.
6. Hubungan karyawan
Hubungan antar karyawan merupakan studi dan praktek kerja untuk dapat mengelola situasi dalam organisasi. Hubungan baik antar karyawan dapat memberi budaya tersendiri dari suatu organisasi untuk membentuk suatu struktur organisasi, menetapkan kebijakan dan peratuan, serta akses dalam penerimaan informasi.
7. Separatis manajemen
Separatis manajemen adalah suatu metode yang diterapkan untuk memutuskan seluruh aktivitas yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja dalam sebuah organisasi.
8. Administrasi dan HRIS
Administrasi di sini dikenal dengan personalia, yaitu fungsi dari suatu pekerjaan yang mendukung terlaksananya fungsi HR Strategy agar menjadi suatu sistem yang terintegrasi dengan baik.

3.4 STRUKTUR ORGANISASI
Berikut ini akan dijelaskan mengenai definisi dan jenis – jenis struktur organisasi.

3.4.1 Definisi Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi itu dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa harus melapor kepada siapa.
Di dalam struktur organisasi terdapat 4(empat) elemen dasar, yaitu adanya spesialisasi kegiatan kerja, adanya standarisasi kegiatan kerja, adanya koordinasi kegiatan kerja, besaran seluruh organisasi.


3.4.2 Jenis Struktur Organisasi (Fungsional, Divisional, dan Matriks)
Terdapat beberapa macam struktur organisasi yang dijelaskan sebagai berikut :
1. Departementalisasi Menurut Fungsi
Pada pembagian ini orang yang memiliki fungsi yang terikat dikelompokkan menjadi satu. Umum terjadi pada organisasi kecil dengan sumber daya terbatas dengan produksi lini produk yang tidak banyak. Biasanya dibagi dalam bagian keuangan, pemasaran, umum, produksi, dan lain sebagainya.

2. Departementalisasi Menurut Divisional / produk
Pada jenis departementalisasi ini orang-orang atau sumber daya yang ada dibagi ke dalam departementalisasi menurut fungsi serta dibagi juga ke dalam tiap-tiap lini produk, wilayah geografis, menurut jenis konsumen, dan lain sebagainya.

3. Departementalisasi Organisasi Matrix / Matriks
Bentuk organisasi matriks marupakan gabungan dari departementalisasi menurut fungsional dan departementalisasi menurut proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan atau komando ganda. Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap.

3.4.3 Karakteristik Masing – Masing Struktur Organisasi
Berikut ini akan dijelaskan mengenai karakteristik dari masing - masing struktur organisasi

1. Organisasi Fungsional
Cocok untuk perusahaan dengan usaha tunggal atau dominan memungkinkan spesialisasi tugas, mengatasi keterbatasan pemrosesan informasi pemilik/manajer tunggal.
Kepala bagian fungsional bertanggung jawab kepada CEO yang menggabungkan keputusan dan tindakan dari sudut pandang perusahaan secara keseluruhan dan resiko konflik antar tugas manajer tidak jelas. Organisasi fungsional memilki beberapa keuntungan dan kerugian, yakni :

Keuntungan struktur organisasi fungsional antara lain :
• Mencapai efisiensi lewat spesialisasi
• Mengembangkan keahlian fungsional
• Membedakan dan mendelegasikan keputusan operasi harian
• Mempertahanklan pengendalian secara sentralistik
• Mengkaitkan struktur dengan strategi secara ketat dengan mendesain aktivitas kunci sebagai unit terpisah
Kerugian struktur organisasi fungsional antara lain :
• Mendorong spesialisasi yang sempit dan berpotensi menciptakan persaingan/konflik fungsional (fanatisme dinas/departemen)
• Menciptakan kesulitan dalam koordinasi fungsional maupun pengampilan keputusan antarfungsi
• Membatasi general managers
• Berpotensi kuat menciptakan konflik lintas fungsional karena skala prioritas pada fungsi tertentu dan tidak seluruh bisnis

2. Organisasi Divisional
Tiap divisi beroperasi sebagai usaha yang terpisah, cocok untuk related-diversified businesses. Tugas kunci manajer perusahaan adalah memanfaatkan sinergi antar divisi. Manajer menggunakan kombinasi pengawasan stratejik dan keuangan, manajer berusaha menemukan keseimbangan antara persaingan antar divisi untuk memperoleh sumber kapital yang langka. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan kinerja keseluruhan perusahaan.

3. Organisasi Matriks
Ada beberapa ciri khas bentuk organisasi ini sehingga berbeda dari bentuk I organsasi yang telah disebutkan terdahulu yaitu :
1. merupakan perbaikan dari 2 organisasi terdahulu (kombinasi)
2. organsiasi ini adalah organisasi proyek murni yang rnelekat pacta divisi fungsional pada organisasi induk
3. jika terdapat banyak proyek : buat modifikasi pada struktur yaitu manajer program sama dengan koordinator /penghubung manajer proyek dengan eksekutif senior diorganisasi induk.

Kelebihan bentuk organisasi ini :
• Perhatian kepada proyek cukup karena ada manajer proyek.
• Duplikasi sumber daya berkurang karena melekat pada organisasi induk
• Masalah yang berkaitan dengan nasib pekerja proyek tidak ada.
• Respon terhadap permintaan klien dan organsasi induk cepat.
• Konsistensi prosedur bisa dijaga
• Jika terdapat beberapa proyek yang bersamaan, distribusi sumber daya dapat lebih seimbang sehingga tidak ada proyek yang dikorbankan.
Kekurangan bentuk organisasi ini :
• Sentral pengambil keputusan ada pada dua pihak yaitu manajer proyek dan divisi fungsional ( berimbang ). Dan bila terjadi keraguan siapa yang kena beban, pekerjaan proyek bisa terbengkalai.
• Akibat perpindahan sumber daya dari satu proyek ke proyek lain, sehingga masing-masing manajer proyek merasa bersaing. Dalam hal ini, manajer proyek cendrung ingin mensukseskan proyeknya dan bukan target organisasi secara keseluruhan.
• Terdapat masalah loyalitas karena ada 2 komando / atasan yaitu manajer fungsional dan manajer proyek

3.5 JOB ANALYSIS
Pada subbab ini akan dijelaskan mengenai pengertian job analysis, job description dan job specification.

3.5.1 Definisi Job Analysis
Job Analysis adalah proses yang sistematis digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang tugas, tanggung jawab, ketrampilan yang diperlukan, hasil, dan lingkungan kerja pekerjaan tertentu. Job Analysis ini dapat meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
• meninjau tanggung jawab dari pekerjaan karyawan
• melakukan penelitian dan melihat contoh deskripsi pekerjaan dengan internet secara online atau offline untuk menyoroti pekerjaan yang serupa
• menganalisis pekerjaan pokok, tugas, dan tanggung jawab yang perlu dicapai oleh karyawan mengisi untuk meraih posisi yang diinginkan
• meneliti dan saling berbagi dengan perusahaan lain yang memiliki pekerjaan yang serupa
• artikulasi hal yang paling penting atau kontribusi yang dibutuhkan dari suatu posisi.

Manfaat dari job analysis yaitu:
 Untuk menganalisis penyusunan kepegawaian yaitu mengenai informasi pekerjaan
 Mendesain organisasi seperti menganalisis elemen danmenyusun posisi organisasi
 Meredesain pekerjaan yang berfungsi untuk meningkatkan metode pekerjaan, mengurangi kesalahan, eliminasi pekerjaan yang tidak perlu serta perbaikan kinerja
 Untuk mengevaluasi pekerjaan yang talah dilakukan

3.5.2 Gambaran Mengenai Job Description dan Job Specification
Pengertian dari Job Description adalah pernyataan faktual dan terorganisasi perihal kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan tertentu. Sedangkan Job Specification menunjukkan kualitas yang disyaratkan bagi pelaksanaan yang dapat diterima.

3.5.3 Cara atau Metode yang Digunakan Dalam Penyusunan Job Description
Penyusunan job description harus dilakukan dengan baik dengan menggunakan beberapa metode atau langkah. Metode yang dapat digunakan untuk menyusun job description antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mempelajari rencana bisnis perusahaan dan struktur organisasinya saat ini.
2. Mempelajari dan menganalisis jabatan-jabatan yang ada dengan metode wawancara (metode observasi langsung) dengan masing-masing pemegang jabatan. Hal ini dilakukan untuk mengerti kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan jabatan/pekerjaan tersebut dengan baik. Tentu saja proses ini harus tetap selaras dengan sejauh mana pekerjaan-pekerjaan tersebut berhubungan dengan rencana dan tujuan bisnis perusahaan. Kemudian validasi akurasi hasil pengamatan maupun analisa jabatan dilaporkan dengan supervisor dari jabatan terkait.
3. Mempelajari konsistensi maupun keselarasan hasil analisa jabatan dari berbagai jabatan yang ada dengan struktur organisasi yang ada dan dilakukan penyelarasan yang diperlukan.
4. Membangun job description untuk masing–masing jabatan yang berisikan tugas dan tanggung jawab utama, sasaran utama pekerjaan, maupun kualifikasi yang diperlukan untuk jabatan berdasarkan informasi yang didapatkan dari langkah-langkah di atas. Sebagai panduan, job description dapat ditulis seringkas mungkin sehingga seseorang yang tidak familiar dengan jabatan tersebut dapat mengerti dengan cepat ruang-lingkup, tugas dan tanggung-jawab, serta kebutuhan dari jabatan tersebut. Ringkasan ini baiknya disertakan dengan informasi mengenai nama jabatan, pangkat/grade/level, lokasi (departemen, divisi, group) dan atasan penjabat.
5. Memperbaiki job description sesuai dengan perkembangan organisasi.

Moga moga bermanfaat yah,,.......
Momen yang indah pasti tak akan mudah terhapus oleh pikiran kita. Apakah anda setuju dengan saya?

Dan ini merupakan satu momen indah yang takm mungkin ane lupakan,.,.


Minggu, 23 Mei 2010

Bisnis PKM "Bisnis Your Day Reminder"

Untuk mendukung gerakan 1000 proposal PKM ITS,maka ane juga ikut berpartisipasi lewat PKM Bisnis. Ide bisnis ane adalah pengingat waktu via telepon. Jika anda punya masalah dalam bangun pagi, maka bisnis ini adalah jawabannya. Ketika orang mendengarkan bunyi weker, selalu dimatikan lagi, maka bisnis ini menawarkan untuk membangunkan orang dengan menelpon mereka. Dengan gaya bahasa yang sopan dan ramah dijamin langsung bangun!! Berikut detailnya,.,....,.,.

Monggo dibaca,,.

A. JUDUL PROGRAM
“Bisnis Your Day Reminder”

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Surabaya merupakan salah satu kota besar yang dihuni oleh banyak orang menengah ke atas. Kebanyakan mereka adalah orang – orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan beberapa orang menganggap bahwa pekerjaan adalah nomor satu (pertama) prioritasnya dibandingkan aktivitas lain. Contohnya saja seorang manager marketing suatu perusahaan yang memiliki visi untuk selalu memuaskan pelanggan. Sehingga ia harus bisa menjalin hubungan baik dengan pelanggan. Ia akan berusaha untuk merangkul konsumen untuk tetap loyal dengan produknya, tidak berpaling ke produk lain yang merupakan pesaingnya. Jadi, dalam hal ini, ia memiliki 2 buah pekerjaan, pertama bekerja di kantor untuk mengatur internal perusahaannya dan yang kedua menjalin komunikasi dengan konsumen. Tanpa manajemen waktu yang baik, profesi tersebut bisa membuat orang tidak betah untuk meneruskan pekerjaannya secara istiqomah.

Dengan berbagai kesibukan orang – orang tersebut, maka mereka biasanya terlupa dengan beberapa hal yang dianggap penting baginya. Seperti hari ulang tahun putra - putrinya, undangan pernikahan kerabat, dan lain sebagainya. Acara – acara seperti itu tentu saja tidak ingin terlewatkan begitu saja oleh mereka. Walaupun sebenarnya pekerjaan adalah nomor satu bagi mereka. Mereka pastinya tidak ingin dicap sebagai orang yang tidak peduli akan lingkungannya, hanya job oriented. Sehingga mereka harus menyempatkan waktu luangnya untuk menjalani acara – acara tersebut. Sedangkan kendalanya, terkadang mereka biasanya terlupa akan acara – acara seperti itu, karena malas untuk membuat reminder untuk mengingatkan mereka akan acara tersebut. Sebab jadwal mereka sehari – hari sangat padat sehingga tidak sempat untuk membuat reminder.

Di sini muncul sebuah ide bisnis untuk membuat jasa reminder bagi orang yang benar – benar tidak ingin melewatkan acara penting tetapi di luar pekerjaan mereka tersebut, sedangkan mereka sendiri sibuk sehingga tidak sempat untuk membuat reminder untuknya. Selain tidak sempat membuat reminder, biasanya orang malas untuk membuat reminder-nya jika acara yang akan direminder-kan sangat banyak. Berbagai acara di luar pekerjaanya yang tidak ingin dilewatkannya benar-benar banyak, sehingga ia tidak akan punya waktu yang luang untuk mengurusi hal – hal seperti itu, dan akhirnya malah terabaikan.

Disamping untuk mengingatkan acara yang akan datang, jasa ini juga diperuntukkan kepada orang yang memiliki masalah dalam bangun tidur. Walaupun sudah dipersiapkan jam wekker sebelumnya, biasanya orang akan bangun mematikan jam weker setelah berbunyi kemudian tidur kembali. Jasa ini akan membantu mereka memecahkan masalah tersebut. Yaitu dengan cara membangunkan mereka via telepon beberapa kali.

C. PERUMUSAN MASALAH
Melihat latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan antara lain:
1. Bagaimanakah cara menjalankan bisnis ini?
2. Bagaimanakah cara untuk menggapai dan mencipakan peluang usaha “Your Day Reminder” yang bersifat berkelanjutan?

D. TUJUAN PROGRAM
Program ini dilaksanakan dengan tujuan:
1. Membantu masyarakat untuk mengingatkan acara – acara penting yang akan dilakukan dan tidak ingin terlewatkan
2. Menggapai dan mencipakan peluang usaha “Your Day Reminder” yang bersifat berkelanjutan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang terkait dengan tujuan awal pelaksanaan program dan diharapkan dapat tercapai setelah melakukan program ini adalah :
1. Terciptanya suatu jasa “Your Day Reminder”
2. Terciptanya suatu bisnis jasa yang bersifat berkelanjutan.
F. KEGUNAAN

Manfaat dari program ini adalah:
1. Menghasilkan profit bagi pelaksana program.
2. Membantu meringankan masalah yang menimpa pada orang yang pelupa akan kegiatan – kegiatan mendatang yang akan dijalani.
3. Membantu meringankan masalah masyarakat yang bermasalah dalam hal bangun pagi

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Jasa ini berusaha membantu klien yang seringkali terlupakan agenda – agenda penting diluar pekerjaanya yang akan dikerjakannya. Tahap yang dilalui oleh klien kami ada 3 tahap, yaitu registrasi, order, dan reminder. Pada tahap registrasi, langkah secara umum yaitu calon klien memberikan data diri lengkap, memilih paket account awal yang ditawarkan, dan transfer uang sejumlah biaya yang dibutuhkan. Calon klien diberi beberapa alternatif cara registrasi. Registrasi melalui formulir yang dikirim lewat e-mail, registrasi melalui telepon, atau registrasi melalui short message service. Registrasi yang datang pada operator kami akan ditindaklanjuti dengan mengecek saldo rekening bank yang telah diberikan. Setelah dana masuk, data diri klien langsung masuk ke database operator kami. Selanjutnya, pembayaran reminder untuk bulan depan disesuaikan dengan paket yang dipilih.


Sistem reminder nya yaitu kami menghubungi klien dengan menggunakan 2 jenis tools yakni e-mail dan telephone. Waktu untuk menghubungi klien bisa H-1 hari, H-3 jam, dan H-1 jam tergantung permintaan klien. Semakin sering dihubungi maka akan semakin tinggi pula tarifnya. Tetapi untuk standarnya klien akan dihubungi H-1 hari, dan H-1 jam, selebihnya terserah klien. Untuk teknis via teleponnya, akan diusahakan untuk menghubungi klien sampai klien benar – benar mengangkat teleponnya dan paham akan agenda mereka yang diingatkan . Tetapi jika klien tidak mengangkat telepon maka kami akan menghubungi maksimal 5 kali setiap deadline waktu reminder-nya, selebihnya kami akan berhenti menelpon. Selain ditelepon kami juga akan mengirimkan reminder berupa shot message service (sms) kepada handphone klien. Untuk teknis via e-mail, akan dikirimkan e-mail seperti biasa kepada alamat klien di setiap deadline reminder-nya.

Selain untuk mengingatkan agenda terdekat klien, jasa ini juga diperuntukkan kepada klien yang selalu mengalami kesulitan untuk bangun pagi. Sebab biasanya begitu jam weker berbunyi maka secara reflek jam wekwer akan dimatikan lalu kembali tidur. Untuk mengatasi hal ini, ditawarkan jasa untuk membangunkan mereka sampai benar-benar terbangun. Yaitu dengan membangunkan mereka via telepon. Begitu klien mengangkat telepon maka klien akan diajak untuk segera bangkit dari tidurnya dengan bahasa yang sopan. Bahkan bisa juga diajak uintuk mengobrol singkat agar rasa kantuk terusir dengan sendirinya. Klien akan ditelepon sebanyak 3 kali guna memastikan mereka benar-benar terbangun.


G.1 Strategi Promosi
Cara yang dilakukan dalam mendapatkan pasar adalah dengan promosi – promosi via radio. Karena radio merupakan media iklan yang bisa menjangkau masyarakat menengah atas dan juga masyarakat menengah bawah. Biaya yang dikeluarkan untuk tarif iklan radio juga tidak terlalu banyak. Selain itu. Media lain seperti Internet pun bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alat promosi jasa ini. Pembuatan blog khusus “Your Day Reminder” merupakan salah satu alternatif promosi melalui internet. Pamflet atau flyer juga bisa dipakai dalam menyebarkan informasi tentang jasa “Your Day Reminder” ini.

DAN SETELAH DILAKUKAN PERHITUNGAN2 NIH, PROFIT BULAN KE-1 BISA = RP 260.000,-

Minggu, 09 Mei 2010

jasa

3.1 Jasa

Jasa merupakan transaksi bisnis yang melibatkan 2 peran, penyedia jasa dan penerima jasa (konsumen), untuk menghasilkan satu tujuan, yakni memuaskan konsumen 1. Sedangkan menurut Philip Kotler, jasa merupakan setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun



3.2 SERVQUAL (Service Quality)

SERVQUAL adalah suatu kuesioner yang digunakan untuk mengukur kualitas jasa. Cara ini mulai dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Zeithaml, Parasuraman & Berry, dan telah digunakan dalam mengukur berbagai kualitas jasa. Dengan kuesioner ini, kita bisa mengetahui seberapa besar celah (gap) yang ada di antara persepsi pelanggan dan ekspektasi pelanggan terhadap suatu perusahaan jasa. Skala SERVQUAL meliputi lima dimensi kualitas jasa yaitu:

1. Tangibles

2. Reliability

3. Responsiveness

4. Assurance

5. Empathy

Setiap dimensi memiliki beberapa pertanyaan dan dijawab dalam rentang nilai 1 sampai 7, di mana angka 1 mewakili perasaan sangat tidak setuju (strongly disagree) dan angka 7 mewakili perasaan sangat setuju (strongly agree), dengan total pertanyaan sebanyak 22.



3.3 Model Konseptual Kualitas Layanan

Merupakan suatu model yang menggambarkan konsep proses pengendalian kualitas layanan jasa. Mulai dari mencari tahu bagaimana bentuk jasa yang diharapkan oleh konsumen sampai mengukur tingkat kepuasan konsumen. Di model ini terbagi 2 bagian yakni konsumen dan penyedia jasa

Gambar 3.1 Model Konseptual Jasa

Berikut ini penjelasan dari gap - gap di atas :

a. Gap 1 merupakan gap antara apa yang diharapkan oleh konsumen dengan apa yang dipikirkan oleh manajemen perusahaan tentang kebutuhan konsumen. Faktor penyebab terjadinya gap ini diantaranya adalah data hasil riset yang tidak mencukupi atau tidak digunakan dengan baik oleh manajemen, dan kurangnya interaksi antara menajemen dengan konsumen atau dengan bagian riset pasar

b. Gap 2 merupakan jurang yang muncul ketika manajemen gagal dalam merancang standar – standar jasa yang digunakan untuk memenuhi harapan konsumen. Faktor penyebabnya diantaranya adalah kurangnya komitmen manajemen terhadap mutu jasa, kurangnya standar – standar kerja, dan adanya persepsi bahwa keinginan konsumen mustahil untuk bisa diwujudkan (terkaitan peralatan yang tidak tersedia)

c. Gap 3 merupakan gap yang muncul ketika sistem penyaluran jasa ke konsumen yang dijalankan oleh perusahaan gagal untuk menyalurkan sesuai dengan standar – standar yang telah ditentukan. Faktor penyebabnya adalah kurangnya kerja tim dalam perusahaan, banyaknya ketidakcocokan antara pekerjaan dengan teknologi yang digunakan atau dengan karyawan yang mengerjakan, kurangnya kendali antar personal, kurangnya sistem kompensasi dan evaluasi kerja, dan adanya konflik atau ketidaksinkronan antar karyawan

d. Gap 4 muncul saat perusahaan mengkomunikasikan sebuah janji kepada konsumen melalui iklan yang mana perusahaan sebenarnya tidak bisa menyalurkan sesuai janjinya tersebut. Biasanya terjadi karena kurangnya komunikasi antara pihak operasional dengan pihak pemasaran ataupun dengan pihak pengiklan, adanya perbedaan aturan ataupun prosedur antara masing – masing bidang, dan iklan serta personal selling yang melebihi batas

e. Gap 5 adalah gap yang muncul saat jasa yang sampai kepada konsumen tidak sesuai dengan harapan konsumen sebelumnya. Yang mana gap ini merupakan akumulasi dari gap 1 sampai gap 4 dan akan muncul jika paling sedikit satu diantara gap - gap di atas muncul



3.4 Dimensi Jasa

Berikut ini akan dijelaskan beberapa dimensi dari kualitas jasa beserta contohnya. Contoh yang diambil adalah jasa pemotongan rambut.

a. Reliability, kemampuan untuk menyajkan jasa yang akurat sesuai keinginan konsumen. Contohnya keakuratan barber untuk mencukur rambut sesuai dengan selera konsumen

b. Tangibles, bentuk fasilitas – fasilitas, peralatan, personel dan alat komunikasi. Contohnya adalah fasilitas – fasilitas yang disediakan serta karyawan (barber)

c. Responsiveness, kerelaan untuk membantu konsumen dan menyediakan jasa yang tanggap akan konsumen.Contohnya barber harus bersedia dan sanggup menerima keinginan konsumen mengenai apapun dan bagaimanpun bentuk rambut yang diinginkan

d. Assurance, kompetensi dan perilaku karyawan serta kemampuan mereka untuk menunjukkan kejujuran dan ke-percaya diri-an. Contohnya adalah bagaimana barber mengelola keuangan penghasilan secara jujur

e. Empathy, kepedulian dan perhatian terhadap konsumen. Contohnya adalah saat proses pencukuran berlangsung, barber biasanya mengajak konsumen untuk mengobrol tentang bagaimana keseharian konsumen



3.5 Elemen Jasa

Berikut ini penjelasan mengenai beberapa elemen jasa :

.a. Fasilitas pendukung (supporting facility), yakni sumber – sumber fisik yang harus tersedia sebelum jasa ditawarkan. Contohnya adalah gunting, cermin, sisir, kursi dan meja.

b. Layout atau dekorasi, yakni tatanan letak dimana jasa ditawarkan. Contohnya adalah tata letak cermin, kursi dan tempat sampah.

c. Proses transfer jasa. Contohnya adalah proses pemotongan rambut yang dilakukan barber kepada konsumen

3.6 Blueprint

Definisi dari blueprint sendiri yakni teknik grafis untuk mendokumentasikan semua proses dalam suatu jasa (Rohit Ramawasmy,1996). Blueprint membantu Manajer Proses untuk mengidentifikasi titik – titik yang berpotensi untuk terjadi kegagalan dalam proses jasa, dan membantu mencari tahu atau menyelidiki kegagalan proses mana yang merugikan konsumen, sehingga kegagalan tersebut bisa diperbaiki.



3.7 FAST and PUGH

FAST (Functional Analysis System Technique) merupakan teknik yang digunakan untuk mendefisikan aktivitas – aktivitas di level tinggi, yang harus dilakukan dalam proses penyediaan jasa1. Tool yang digunakan yakni Visual Flow Diagram. Sedangkan PUGH merupakan teknik yang dikembangkan oleh Stuart Pugh untuk mengevaluasi dan memutuskan konsep inovasi yang ada1. Prosesnya yakni pertama dilakukan brainstorming sebanyak – banyaknya mengenai ide inovasi (konsep) yang akan dilakukan. Kemudian dilakukan group discussion untuk mengeliminasi konsep – konsep yang tidak feasible ataupun yang tidak relevan. Setelah tersaring beberapa konsep (biasanya 8 - 10) maka dilakukan evaluasi lebih jauh lagi dari beberapa konsep yang telah tereliminasi tersebut.



3.8 AHP (Analytical Hierarchy Processes)

Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini merupakan sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut ke dalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, memberi nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993). Secara umum langkah - langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Mendefinisikan masalah dan menetapkan tujuan. Bila AHP digunakan untuk memilih alternatif atau penyusunan prioritas alternatif, maka pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif.
  2. Menyusun masalah dalam struktur hirarki. Setiap permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan terstruktur.
  3. Menyusun prioritas untuk tiap elemen masalah pada tingkat hirarki. Proses ini menghasilkan bobot elemen terhadap pencapaian tujuan, sehingga elemen dengan bobot tertinggi memiliki prioritas penanganan
  4. Melakukan pengujian konsistensi terhadap perbandingan antar elemen yang didapatkan pada tiap tingkat hirarki
  5. Melakukan pengujian konsistensi hirarki. Pengujian ini bertujuan untuk menguji kekonsistensian perbandingan antara kriteria yang dilakukan untuk seluruh hirarki